Sabtu, 27 Mei 2017
Perpaduan Program Pendidikan Karakter dan Literasi dalam RPP
Sejak diterapkannya Kurikukulum 2013 Mendikbud menginstruksikan agar program penguatan karakter (PPK) dapat menyatu dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
PPK singkatan dari penguatan pendidikan karakter merupakan program pendidikan di sekolah untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etika), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), olah raga (kinestetik).
Adapun pengertian dari literasi secara umum adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.
Perpaduan literasi dan PPK saat ini secara tersurat harus dicantumkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lalu secara operasional dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Selama KBM guru dapat mengidentifikasi aktivitas siswa yang berkaitan dengan literasi dan PPK saat melaksanakan pembelajaran tahap demi tahap dari kegiatan awal, kegiatan inti, hingga penutup
.
Bagaimana langkah-langkah penerapan literasi dan PPK di dalam KBM?
Di awal pembelajaran seperti biasa guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdo’a bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya agar menimbulkan kecintaan siswa terhadap tanah airnya. Ataupun lagu-lagu wajib nasional lainnya. Guru mengajak siswa untuk tertib dalam belajar, menjaga kebersihan, bekerja dalam kelompok, berani mengemukakan pendapat, menghormati pendapat orang lain, tidak menyontek, hal tersebut pada dasarnya adalah bagian dari PPK. Karena fokus dalam PPK adalah nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong, dan religius. Kelima hal tersebut harus dikembangkan guru dalam pembelajaran.
Karakter siswa yang aktif, pasif, mandiri, mampu bekerja dalam kelompok, tekun, kerja keras, mampu mengendalikan emosi, menghormati guru, menghargai teman, dapat terlihat pada saat kegiatan pembelajaran.. Oleh sebab itu, pada saat kegiatan pembelajaran, guru melakukan penilaian proses minimal dengan menggunakan lembar observasi, atau jurnal untuk mendapatkan gambaran perkembangan karakter siswa.
Penerapan literasi dilakukan pada saat guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi yang telah dipelajari pada saat apersepsi, mengajak siswa mengamati sebuah objek, mengamati lingkungan, membaca sumber-sumber belajar, mengumpulkan informasi, diskusi, menganalisis, mempresentasikan hasil diskusi, menjawab pertanyaan, menyajikan laporan, menyimpulkan, merefleksikan kegiatan belajar yang telah dilakukan, menyampaikan laporan, atau memajang hasil karya, hal tersebut termasuk ke dalam literasi, karena literasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan baca dan tulis, tetapi berkaitan dengan pemahaman, memilih dan memilah informasi, daya analisis, serta kemampuan mengkomunikasikan.
Dikutip dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat bagi semua.
Tetap semangat menghadapi tahun pelajaran baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar